Kamis, 27 Juni 2013

Skygazing

Selamat sore :)

Saya punya sebuah hobi yang “sakral", yaitu skygazing. Buat saya, itu menangkan hati, bisa bikin plong pikiran. Mungkin buat sebagian orang, itu semacam ga ada kerjaan, cuma ngeliatin langit yang biru sama awan yang putih. Dan mungkin sebagian orang juga berpikir, mending liat sunset ato sunrise lah, warna warni, dsb.

Tapi buat saya, langit biru itu jauh lebih indah. kalaupun saya naik gunung, yang saya lihat itu langit biru yang muncul di ufuk dibalik gunung. Kalau saya ada di pantai, yang saya lihat itu langit yang tak berbatas.

Langit itu selalu menarik. Langit yang sama, memayungi aku dan kamu yang terpisah jauh. langit yang sama, bercorak beda di pagi dan sore hari. langit itu seperti kanvas milik Tuhan, dengan warna latar biru. Setiap goresan Tuhan tertuang di langit yang adad iatas kepala kita ini. bahkan terkadang Tuhan menuliskan nama-Nya atau nama nabi-Nya di kanvas itu, mungkin supaya kita sadar.

Gores demi gores pena-Nya menggulirkan awan putih yang begitu indah. jauh lebih indah untuk dilihat daripada didokumentasikan. Angin yang semilir lembut terkadang diselingi kedip matahari yang teduh juga melenakan saya. Ah, sungguh Nikmat-Nya yang sering terlupakan.

Berhenti sejenak, tengadah keatas, dan lihatlah nikmat Tuhan yang amat indah. Nikmati momen itu, karena duapuluh empat jam bukan hanya untuk berlari, tetapi juga dinikmati :)

Di suatu sore yang indah, masih di Bandung.

Sabtu, 05 Juni 2010

Besok!!

Well, besok itu hari minggu. hari yang saya tunggu - tunggu. Udah TO demi TO dilewati (meskipun masih ada TO hari minggunya. T-T), dan udah seminggu pula ngga belajar. huahahaha!
hmm...besok juga CAR FREE DAY ! Yay! hunting foto sambil sesepedahan, bahkan kalo memungkinkan ke Bandrek! Btw, Bandrek itu pos perhentian terakhir di daerah ciburial, biasanya ditembus lewat dago ke atas terus, ke arah dago pakar, terus ke atas. Saya juga baru sekali sampe sana, pulangnya rem habis. GILA! Can't wait for tomorrow!

Kamis, 27 Mei 2010

Panas!!!

Wow, Bandung panas, sekalipun udah malem. jadi pengen es sarang burung kaya gini nih. Huahahahaha. tenggorokan langsung kering liat foto es kaya gini. *sebetulnya saya foto sendiri* huakakakakaka.

Minggu, 23 Mei 2010

Permainan paling Kejam sedunia

ehmmm.....saya mau cerita, boleh? ya iya dong. kan ini blog saya. hehe
tadi siang, saya di rumah doang, seperti biasa. Tapi sejurus pandangan saya tertuju ke arah sekelompok anak yang bermain. ya tentu saja main permainan anak - anak nasional, misalnya takumpet, ucing kup, ato popolisian (yang ini mah sunda banget. huakakaka)
ya yang semacam itulah. sedikit timbul rasa bangga di dalam rongga dada saya, sebab masih ada anak yang mau main yang permainan tradisional, bukannya main game di komputer (padahal saat itu saya emang lagi maen pes 2009). Tiba tiba, "PUNTEEEEN.........MAU PINJEM RAKET SAMA KOK." itu sih udah biasa, sejak Thomas Uber Cup masuk tipi beberapa minggu ini. Mungkin mereka itu calon pemain pelatnas PBSI masa depan. hehehe.
kalo dibandingin dari semua permainan itu, satu yang paling kejam itu namanya ucing kup. kalo yang satu udah ucing (jadi penjaga bahasa indonesianya), udah kaya neraka. SUSAH BANGET mau ngejadiin yang lain ucing juga. mungkin sebab itulah banyak pejabat yang kucing - kucingan. dari kecil udah main kaya gitu, jadi udah handal menghindar. HUAHAHAHA

HIDUP INDONESIA! HIDUP MAINAN TRADISIONAL!

Selasa, 18 Mei 2010

Bulan Penuh dan cerita.

tanggal 29 bulan 4 tahun 2010, hari kamis.

malam ini aku kembali melihat bulan yang purnama.
penuh, tak ada cela sedikitpun.
malam ini bulan muncul setelah gerimis dan hujan yang menghiasi langit bandung.
angin riuh bertiup, menggugurkan daun demi dauun tua yang telah siap digantikan.
digantikan oleh pucuk hijau muda yang tengah bersiap untuk kemarau yang segera tiba,
turut menggantikan paruh terakhir musiim hujan, yaitu musim gugur.
lama aku memandangi bulan, yang tiada bintang menemaninya.
sunyi hinggap diantara kami dan memelintir keindahan semu itu menjadi sesuatu yang menyedihkan.
aku kembali melihat sinar matanya di dalam temaram sinar bulan purnama,
yang membuatku kembali harus menelan ludah dan tak berhanti melihat tanah,
gundukan coklat yang tidak padat, gundukan pasir yang ditemani kerikil,
tidak dianggap olehmu selama ini, ibarat aku kerikil dan dia bulan.

berbincang dengan bulan di malam ini bukan sesuatu yang salah, dan bukan sesuatu yang parah.
karena bulan tak bicara tetapi memacu inspirasi,
inspirasi memacu aspirasi bicara.
aku seperti dedaunan yang tertiup angin,
terputus dari dahannya dan lepas terombang ambing dilema,
kegalauan dan kegamangan akan sesuatu yang tidak kita ketahui seperti mencemaskan sesuatu yang tidak nyata.

nada demi nada mengalun sunyi dari hembusan sepi angin malam,
deru motor masih sayup-sayup terdengar di kejauhan.
menemani saat aku mengetik tulisan ini, dimana saat bulan pun semakin menaik, mencapai puncaknya dan turun lagi.
sebagaimana bulan, semua memiliki siklus yang pasti akan dijalani,
seperti grafik sinus yang terus naik dari nilai nol mencapai satu, lalu turun ke nol, menuju min satu,
kembali ke nol dan kembali ke satu dan seterusnya, selama sudut itu terus berputar hingga takhingga derajat.

seperti aku juga, saat rasa itu mulai muncul, ia terus naik ke atas, lalu jatuh ke bawah.
lama, kemudian naik lagi, dan jatuh. seperti peribahasa, sepandai-pandainya tupai melompat, ia akan jatuh juga.
malam semakin larut dan aku pun masih larut dalam kegiatan ini, mengetik hasil pemikiran otak kanan,
sembari menikmati malam, yang esok pagi akan menikam dengan lelah yang terasa.
satu satunya yang salah disini ialah ketika aku mulai membayangkan dia malam ini, tertidur mungkin dengan senyuman yang dikulum hingga esok pagi,
dengan lelapnya karena lelahnya ia menghadapi hari ini,
tentu seperti lelahnya kedua orangtuaku menghadapi kerasnya dunia, mencari nafkah kesana kemari.

mungkin sudah semestinya aku melupakan dia, kembali berjalan dihempas angin lalu,
ditemani tarian dedaunan dan debu, dan juga orkestra alam, riuh daun dan nada mayor serta minor yang terbentuk tanpa kita sadari.
tetapi aku tetap diam di persimpangan, sekalipun aku telah berniat untuk melangkah lagi, aku kembali diam di sebuah persimpangan.
diam dan diam, menunggu ataukah melaju?
sekali lagi malam telah menjadi semakin dan semakin larut, dan aku pun semakin larut didalamnya.

Senin, 10 Mei 2010

Inspirasi malam ini.

Night everyone :)
Humm....karena ini postingan pertama saya, gak usah pake basa basi. Langsung!

Foto hari ini :Bukan sebuah masalah apabila kamu bukan seseorang yang besar secara fisik. tetapi yang terbaik ialah manjadi besar secara hati, lalu secara mental. Segala sesuatu yang besar di dunia ini selalu dimulai dari sesuatu yang kecil, tetapi sebelum itu semua, diawali oleh pikiran yang besar.
Ide yang besar, dan hasrat untuk mewujudkannya. Untuk semua yang diinginkan diperlukan pengorbanan, jadi seberapa besar keinginan kita menentukan seberapa besar pengorbanan yang harus dilakukan. seperti halnya dalam foto ini, sebuah origami kecil yang berbentuk angsa, melambangkan harapan dalam kebudayaaan Jepang, apabila dilihat dari sudut yang berbeda dengan sumber cahaya utama dunia ini, matahari, memiliki jejak yang panjang. Bagaikan ia memanggul matahari di punggungnya sebagai analogi dari beban yang ia pikul, membuatnya memiliki jejak yang panjang dan kontras, seperti manusia.
semakin berat beban yang ia pikul, semakin panjang jejak yang ia buat dan semakin kontras ia mencatatkan namanya dalam sejarah.

sekian malam ini, semoga mencerahkan, dan selamat malam!